Sepuluh Kata-Kata Hebat Yang Harus Diucapkan Ke Anak

Penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center baru-baru ini menunjukkan kepada orangtua diseluruh Amerika mengenai 10 daftar keterampilan dan mengajukan pertanyaan ke orangtua-orangtua tersebut, “Dari 10 keterampilan yang ada, keterampilan mana yang paling penting bagi seorang anak untuk maju di dunia saat ini?”. Dan sejauh ini, pemenangnya adalah keterampilan komunikasi. Keterampilan berkomunikasi ini mengalahan keterampilan membaca, menulis, bekerja sama secara tim, dan berlogika.

Keterampilan berkomunikasi memang sangat dibutuhkan karena kita hidup bersosialisasi. Namun orangtua sering tidak menyadari betapa besar peran mereka untuk mengembangkan kemampuan anak berkomunikasi. Komunikasi tidak hanya sekadar berbicara, namun dalam berkomunikasi memerlukan tehnik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan benar. Tehnik tersebut diantaranya, apa yang sedang dikatakan, bagaimana cara penyampainnya. Jika orangtua pintar berkomunikasi, hal itu akan menciptakan relasi yang kuat dan bermakna antara orangtua dan anak.

Dalam artikel ini, Little Boss World akan mengulas mengenai “Sepuluh Kata-Kata Hebat Yang Harus Diucapkan Ke Anak.

“Saya Menyukaimu”

Ada perbedaan antara “Saya Mencintaimu” dan “Saya Menyukaimu”. Kalimat “Saya Menyukaimu” bermakna “saya menyukaimu apa adanya”. Gunakan kedua kalimat tersebut untuk mengekspresikan bagaimana ayah dan ibu mencintai dan menyayangi anak kalian apa adanya.

“Kamu adalah seorang pembelajar yang cepat”

Belajar merupakan proses yang natural. Anak yang masih kecil sangat menyukai belajar dengan cara bereksplorasi terhadap hal-hal disekitar mereka. Sewaktu kecil, belajar adalah waktu bermain untuk mereka. Pada saat anak masih kecil, tanamkan bahwa ia merupakan pembelajar yang hebat. Ini akan berpengaruh bagaimana ia melakukan proses pembelajaran di kemudian harinya. Sehingga ia akan terus melakukan proses pembelajaran saat menemukan sesuatu yang sulit dikemudian hari dan membuatnya frustasi.

“Terima kasih”

Terima kasih merupakan kalimat sederhana namun sangat memiliki pengaruh yang besar. Biasakan anak untuk mengucapkan terima kasih. Dengan belajar mengucapkan “Terima kasih”, anak telah diajari untuk belajar bersosialisasi,

“Bagaimana jika kita setuju untuk …..”

Kalimat diatas berguna untuk membangun kesepakatan dasar yang menentukan bagaimana orangtua dan anak dapat bekerjasama. Mengajari anak untuk membuat kesepakatan dapat membantunya terhindar dari banyak masalah di kemudian hari. Selain itu, dapat membantu anak menyiapkan kerangka kerja dalam memecahkan masalah yang akan timbul di kemudian hari.

“Ceritakan lebih banyak lagi”

Kalimat diatas merupakan permintaan orangtua ke anak untuk membagikan pikiran mereka, perasaan dan ide-ide. Dengan orangtua mendengarkan cerita anak, orangtua sudah mengajarkan anak mengenai kemampuan mendengarkan. Seseorang yang memiliki kemampuan mendengarkan adalah anugerah yang luar biasa, karena dalam kehidupan bersosialisasi hal itu menunjukkan bahwa ia peduli.

“Ayo membaca bersama”

Kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak anak kecil karena membaca memiliki banyak keuntungan. Anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan yang luas. Karena buku menyediakan pengetahuan yang sangat luas, mengenai orang, tempat, dan banyak pengetahuan umum lainnya.

“Kita semua membuat kesalahan”

Dalam hidup, manusia pasti membuat kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna. Berbuat salah, memperbaikinya, dan belajar dari kesalahan merupakan keterampilan hidup yang vital. Orangtua sebaiknya mengajarkan anak sedari kecil, bagaimana cara bertanggung jawab atas kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut. Saat anak berbuat salah ajarkan bahwa “kita semua pernah berbuat salah”. Lalu ajarkan ia bagaimana cara menyelesaikannya dan beritahu ke anak untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Ayah (ibu) minta maaf”

Tidak hanya anak yang dapat berbuat salah, orangtua pun dapat berbuat salah. Ketika ayah atau ibu berbuat salah ke anak, biasakan untuk mengatakan “ayah (ibu) minta maaf”. Kata maaf sebaiknya dilakukan dengan tulus dan penyesalan. Dengan orangtua membiasakan kata maaf ketika berbuat salah, pesan ini pun akan mengajarkan anak untuk mengucapkan maaf jika berbuat salah.

“Bagaimana menurut kamu?”

Kalimat diatas penting untuk mengajak anak berpartisipasi memberikan masukan. Hal itu baik karena memberikan kesempatan anak menjadi bagian dari percakapan keluarga, sehingga anak dapat belajar menggunakan keterampilan mereka dalam membuat keputusan dan bertanggung jawab atas pilihan mereka.

“Ya”

Banyak orangtua yang sering mengatakan “tidak”, “jangan” ke anak-anak mereka. Jika ayah (ibu) menciptakan pola kata “ya” dalam keluarga, ayah (ibu) akan menemukan bahwa kata “tidak”, tidak perlu dikatakan dengan frekuensi yang sering.

Sebagai orangtua, tentu kita menyadari bahwa mendidik anak merupakan pelajaran yang tidak pernah berakhir. Semoga artikel mengenai Sepuluh Kata-Kata Hebat Yang Harus Diucapkan Ke Anak dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

Baca artikel terkait :

By | 2018-01-10T07:24:29+00:00 Januari 10th, 2018|Kecerdasan & Pertumbuhan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment