Pertumbuhan Rambut Pada Bayi

Selubung akar rambut (folikel) sudah mulai terbentuk sejak janin yang berusia delapan minggu dan akan terus berkembang hingga lahir. Umumnya pada saat lahir, tumbuh rambut kepala pertama atau rambut sementara (velus) yang tipis dan halus. Rambut ini akan rontok dengan sendirinya pada minggu-minggu pertama dan akan tumbuh rambut permanen. Kadang rambut yang rontok pada bayi hanya pada bagian tertentu saja, misalnya di belakang kepala. Hal ini normal jika bayi berusia kurang dari enam bulan. Ibu bisa memperhatikan kebiasaan bayi pada saat tidur, ia lebih sering menggunakan sisi sebelah mana, atau ada kebiasaan menarik rambut atau membenturkan kepala. Tidak ada obat khusus yang digunakan untuk mempercepat tumbuhnya rambut baru. Maka dari itu para ibu harus memperhatikan Pertumbuhan Rambut Pada Bayi.

Rambut tidak hanya tumbuh dikepala, namun rambut juga dapat tumbuh di tubuh bayi (lanugo). Lanugo tumbuh ditubuh bayi kecuali bibir, telapak tangan dan kaki, dan jari-jari, kuku dan daerah kelamin. Rambut halus mulai tumbuh sejak janin berusia lima bulan dan akan rontok dengan sendirinya kurang lebih setelah seminggu dilahirkan.

.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RAMBUT

Pertumbuhan rambut seorang berbeda-beda, ada yang tipis ada juga yang lebat. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu genetik, gizi, hormon dan lingkungan.

  1. Genetik, merupakan faktor keturunan dari orangtua
  2. Gizi, anak yang kekurangan gizi memiliki rambut yang kering, merah, mudah patah, dan rontok sehingga rambutnya tipis
  3. Hormon, contoh bayi yang baru lahir memiliki rambut lebat karena kemungkinan merupakan pengaruh hormon androgen dari ibunya
  4. Lingkungan, adanya pengaruh tingkat polusi yang tinggi dan paparan sinar matahari dapat membuat tekstur rusak. Selain itu lingkungan yang tidak higenis dapat menimbulkan ketombe yang dapat membuat rambut menjadi rontok

 Aktivitas untuk Melatih Pendengaran si Kecil

Baca juga ya moms mengenai 15 Fakta Tentang Bayi Baru Lahir

Selain keempat faktor diatas, rambut yang sehat tidak terlepas dari kebutuhan nutrisinya yang cukup dan seimbang. Bayi hingga usia enam bulan harus mendapatkan nutrisi dari ASI yang cukup. Bayi dengan usia enam bulan keatas, perlu diperhatikan nutrisi dari MPASI nya dan ASI itu sendiri.

CARA MERAWAT KEBERSIHAN DAN KESEHATAN KULIT KEPALA BAYI

Guna membantu merangsang Pertumbuhan Rambut Pada Bayi yang sehat, ibu perlu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala si kecil. Ibu dapat membersihkan kulit kepalanya dengan shampoo khusus bayi yang lembut dan tidak membuat iritasi kulit kepala. Shampoo bisa membersihkan minyak dan sisik kepala, membuat rambut bayi menjadi lebih lemas, mudah diatur dan disisir, dan tidak kusut. Shampoo bayi pada umumnya berwarna bening dan wanginya tidak tajam. Berikut langkah-langkah cara mengeramasi rambut bayi :

  • Gosok secara perlahan seluruh kulit kepalanya dengan gerakan lembut, lalu bilas sampai bersih dengan air suam kuku atau suhu kamar
  • Untuk bayi yang masih kecil, ibu dapat membasahi rambutnya dengan semprotan halus atau menuangkan secangkir air. Gosokkan secara lembut satu sampai dua tetes shampoo sampai berbusa. Hati-hati shampoo jangan sampai mengenai matanya. Bilas sampai bersih.
  • Untuk bayi yang sudah dapat berdiri, ibu dapat menggunakannya topi khusus untuk melindungi matanya dari aliran air dan shampoo saat dibilas nanti.
  • Untuk bayi yang memiliki kerak di kulit kepala (cradle cap), bersihkan kulit kepalanya dengan shampoo khusus bayi dengan gerakan memijat berputar secara lembut dua sampai tiga menit. Kemudian bilas dengan air bersih. Sisa kulit yang menempel di rambut dapat disisir secara perlahan dan cradle cap ini akan berangsur hilang seiring waktu

Lotion atau tonik rambut digunakan untuk membuat wangi atau merangsang pertumbuhan rambut. Namun perlu diperhatikan, tonik atau lotion ini tidak dianjurkan untuk bayi yang memiliki kulit sensitif. Cukup gunakan shampoo saja untuk membersihkan kulit kepalanya. Semoga artikel mengenai Pertumbuhan Rambut Pada Bayi bermanfaat.

Mari berbagi pengalaman dengan menuliskan comment di bawah. Comment dari ibu-ibu dapat membantu ibu-ibu lainnya loh. Terima kasih.

By | 2017-12-02T09:05:01+00:00 Agustus 11th, 2017|Kecerdasan & Pertumbuhan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment