Penyakit Kawasaki

Apakah ibu-ibu ada yang sudah mengetahui mengenai penyakit kawasaki? Di Indonesia sendiri sudah banyak anak-anak yang terkena penyakit kawasaki ini. Lalu apa sih penyakit kawasaki itu, apa gejala dan penyebabnya, bagaimana cara mengobatinya? Yuk, pelajari mengenai penyakit kawasaki ini lebih dalam lagi.

 

DEFINISI PENYAKIT KAWASAKI

Pada tahun 1967, penyakit kawasaki ini paling banyak ditemukan di Jepang. Tak heran nama penyakitnya pun berasal dari dokter anak di Jepang. Penyakit kawasaki adalah penyakit yang disebabkan karena adanya peradangan pembuluh darah diseluruh tubuh, khususnya pembuluh darah jantung. Penyakit ini biasanya menyerang anak, terutama dibawah usia lima tahun. Biasanya penyakit ini lebih banyak menyerang anak laki-laki, dibandingkan perempuan (alasannya belum jelas). Selain pembuluh darah, penyakit kawasaki ini dapat menyerang limfonodi, kulit, dan membran mukosa yang terdapat di dalam mulut, hidung, dan tenggorokan. Oleh karenya, penyakit ini juga disebut dengan sindrom limfonodi mukokutan. Sampai sekarang, tidak ada fakta bahwa penyakit kawasaki ini menular.

PENYEBAB PENYAKIT KAWASAKI

Sampai saat ini penyebab penyakit kawasaki belum diketahui secara pasti. Penelitian berpendapat bahwa penyakit kawasaki disebabkan karena infeksi virus atau bakteri. Selain itu, penyakit ini disebabkan oleh faktor herediter atau keturunan, kondisi autoimun dan beberapa faktor lainnya.

PENCEGAHAN PENYAKIT KAWASAKI

Hingga saat ini, penyakit kawasaki ini belum dapat dicegah. Namun, jika secepat mungkin didiagnosa dan ditangani dapat menurunkan risiko komplikasi. Dengan penanganan sedini mungkin, sebagian besar anak dapat sembuh total dalam waktu enam minggu hingga dua bulan. Saat ini, Kawasaki Disease Research Program yang terletak di SanDiego bekerja bersama dengan para peneliti diseluruh Amerika Serikat dan Jepang untuk mempelajari dan memahami penyakit ini lebih lanjut.

GEJALA PENYAKIT KAWASAKI

Sumber : saypeople.com

Pada umumnya, gejala penyakit kawasaki ini muncul dalam tiga tahapan dan berlangsung kurang lebih selama 45 hari. Berikut beberapa tahapannya.

  1. Tahap pertama, terjadi pada minggu pertama sampai minggu kedua

Gejala yang nampak adalah demam lebih dari lima hari. Demam mengalami naik turun dengan cepat, disertai dengan kondisi :

  • Ruam kemerahan, dimana pertama kali akan muncul di area organ intim dan akan menyebar ke tubuh bagian atas, yaitu tangan, kaki dan wajah. Ruam kemerahan ini biasanya akan hilang dalam waktu satu minggu. Banyak yang timbul didaerah selangkangan.
  • Mata kemerahan, tapi tidak mengeluarkan cairan
  • Perubahan kondisi di area mulut, contohnya lidah dan tenggorokan kemerahan, bibir kering dan pecah-pecah, dan timbul bintik-bintik
  • Jari-jari tangan dan kaki bengkak dan kemerahan dan timbul rasa sakit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher
  1. Tahap kedua, terjadi pada minggu kedua sampai minggu keempat

Demam mengalami penurunan dan diikuti gejala-gejala lainnya, seperti :

  • Kulit di ujung jari tangan dan kaki mengelupas
  • Terdapat gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, dan sakit perut
  • Sendi bengkak dan terasa nyeri

Catatan : Pada tahap kedua ini akan muncul komplikasi yang disebut aneurisma.

  1. Tahap ketiga, terjadi pada minggu keempat sampai minggu keenam.

Pada minggu ini, gejala penyakit kawasaki berangsur berkurang. Kulit mulai mengalami pengelupasan, bentuknya potongan-potongan besar atau satu buah saja. Si kecil berada dalam kondisi lemas dan mudah lelah. Pada fase penyembuhan ini, timbul garis melintang di kuku jari kaki dan jari tangan, dan dapat berlangsung selama beberapa bulan sampai kuku tersebut hilang.

Gejala pada tahap awal cenderung mirip dengan penyakit lainnya. Sebaiknya bila demam si kecil tidak kunjung turun dalam waktu tiga hari, berkonsultasilah ke dokter anak untuk mendapat diagnosa yang tepat dan penanganan yang terbaik.

DIAGNOSA PENYAKIT KAWASAKI

Untuk mendiagnosa penyakit kawasaki ini, dokter akan memeriksa kondisi anak, melihat tanda dan gejala yang timbul. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa anemia, peningkatan jumlah sel darah putih, dan peningkatan laju endap darah. Pemeriksaan darah tersebut menggambarkan adanya peradangan pada pembuluh darah. Selain pemeriksaan darah, langkah selanjutnya adalah EKG (Elektrokardiogram) untuk menemukan apakah ada irama jantung yang tidak teratur. Setelahnya, perlu dilakukan USG jatung (Ekokardiografi) untuk melihat adanya kelainan jantung dan pembuluh darah jantung (arteri koroner).

PENGOBATAN PENYAKIT KAWASAKI

Pengobatan penyakit kawasaki sebaiknya dilakukan sedini mungkin atau maksimal sepuluh hari sejak gejala muncul. Karena, semakin dini penangannya, maka semakin kecil risiko komplikasi. Ada dua jenis pengobatan penyakit kawasaki yaitu dengan menggunakan obat Immunoglobulin (IVIG) dan aspirin. Kedua obat tersebut harus berdasarkan persetujuan dokter.

DAMPAK PENYAKIT KAWASAKI

Dampak jangka pendek penyakit kawasaki tidak terlalu serius. Namun ada beberapa kasus, penyakit kawasaki ini menyebabkan komplikasi jangka panjang, yaitu komplikasi jantung. (komplikasi ini biasanya berdampak hingga dewasa), inflamasi otot jantung (miokarditis), inflamasi perikardium (perikarditis), detak jantung tidak normal (aritmia), pembesaran ukuran jantung (kardiomegali), dan gangguan pada katup jantung yang menyebabkan darah mengalir dari ventrikel kiri ke atrium kiri (regurgitasi mitral).

APAKAH ANAK BISA TERKENA PENYAKI KAWASAKI LAGI?

Dilaporkan di Jepang, kemungkinan penyakit kawasaki kambuh adalah sebesar 4,3% dari keseluruhan kasus. Jadi sangat jarang penyakit kawasaki akan kambuh dalam beberapa bulan atau beberapa tahun mendatang. Namun jika ibu merasakan ada sesuatu yang tidak beres atau gejala serupa, periksakan segera si kecil ke dokter.

CATATAN PENTING

Catatan penting jika anak mengalami penyakit kawasaki :

  1. Setelah menjalani perawatan, kondisi si kecil akan lemah dan kurang nafsu makan selama satu sampai dua minggu
  2. Hubungi dokter jika anak muncul gejala seperti : keracunan aspirin, nafas pendek dan cepat, nyeri perut (tanpa dan dengan muntah darah), demam yang berulang, dan gejala lain penyakit kawasaki
  3. Imunisasi MMR (Mumps Measles Rubella) dan cacar air harus ditunda selama 12 bulan setelah mendapat Gamaglobulin.
  4. Hindari kontak dengan penyakit flu atau cacar air selama dalam pengobatan dengan aspirin dosis tinggi
  5. Bengkak dan nyeri sendi besar (siku dan lutut) dan ujung jari tangan dan kaki akan mengelupas saat penyembuhan dan akan membaik dalam waktu kurang lebih tiga minggu.

Sekian artikel mengenai Penyakit Kawasaki, semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

Baca artikel mengenai :

By | 2018-02-13T07:39:38+00:00 Desember 22nd, 2017|Nutrisi & Kesehatan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment