Morning Sickness Pada Awal Kehamilan

Buat ibu hamil dan yang memiliki banyak aktivitas, mengalami mual dan muntah (morning sickness) di pagi hari merupakan hal yang mengganggu. Meskipun rasanya tak meng-enakan ternyata itu merupakan salah satu hal yang harus disyukuri oleh wanita yang sedang hamil. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai Morning Sickness Pada Awal Kehamilan.

DEFINISI MORNING SICKNESS

Kondisi mual yang kemudian diikuti dengan muntah (morning sickness) adalah gejala umum pada awal kehamilan, dimana sekitar 50 – 70 persen terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon pada trimester pertama kehamilan. Namun sekitar 10 persen ibu akan terus mengalami morning sickness sampai minggu ke – 20 atau lima bulan kehamilan. Morning sickness tidak hanya terjadi pada pagi hari, namun ibu hamil juga dapat mengalaminya pada siang, malam, bahkan sepanjang hari.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa ibu yang mengalami morning sickness memiliki risiko yang lebih kecil (sekitar 55 – 80 persen) untuk mengalami keguguran. Selain itu, ibu yang mengalami morning sickness saat hamil memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi yang sehat. Seperti dilansir oleh Women’s Health Mag, menurut ketua peneliti Dario Motherisk Program di Toronto, Gideon Koren, mengatakan bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami morning sickness memiliki risiko lebih kecil mengalami kelainan pada organ tubuhnya, seperti pada tempurung kepala dan sistem kardiovaskular. Penelitian juga menemukan adanya hubungan antara morning sickness dengan rendahnya risiko kelahiran prematur. Ibu yang mengalami morning sickness, memiliki kemungkinan anak yang lebih cerdas ketika mereka sudah tumbuh besar.

Namun jangan khawatir untuk ibu yang tidak mengalami morning sickness pada masa kehamilan. Tidak mengalami morning sickness tidak ada kaitan dengan kelainan pada kehamilan. Peneliti menjelaskan bahwa morning sickness pada awal kehamilan dipengaruhi oleh hormon dalam tubuhnya sehingga pada satu ibu dan lainnya dapat berbeda-beda.

PENYEBAB MORNING SICKNESS

Morning sickenss terjadi karena adanya perubahan hormon di tiga bulan pertama kehamilan. Berikut beberapa penyebab morning sickness.

1. Adanya Perubahan Hormon

Ibu hamil dan yang tidak hamil memiliki hormon yang berbeda. Beberapa hormon akan meningkat saat hamil dan bisa menyebabkan morning sickness, diantaranya :

Hormon Progesteron

Hormon HCG

Hormon Estrogen

berfungsi untuk mengatur siklus haid, mengembangkan jaringan payudara, dan masih banyak lagi. Untuk ibu hamil, hormon ini berfungsi untuk memelihara kehamilan hingga proses persalinan. Mual disebabkan karena hormon ini mampu membuat usus kecil bergerak kecil dan perlahan. Pergerakan inilah yang membuat mual.

Hormon ini yang menyebabkan ibu hamil merasakan mual, terutama pada trimester pertama. Dikarenakan pada trimester pertama kadar hormon HCG yang terlalu tinggi atau meningkat. Untuk trimester kedua dan ketiga hormon HCG cenderung stabil, jikapun ada peningkatan masih dalam tahap normal. Pelepasan hormon HCG didalam darah tubuh ibu hamil juga dapat menyebabkan ibu hamil mengalami mual dan muntah

berpengaruh terhadap rasa mual yang dialami oleh ibu hamil yang menderita asam lambung. Saat hormon estrogen meningkat, maka asam lambung pada ibu hamil juga akan meningkat dan menyebabkan mual dan muntah. Hormon ini juga berperan dalam mempengaruhi kondisi suasana hati ibu yang sedang hamil.

2. Sensitivitas Indra Penciuman Meningkat

Saat hamil indra penciuman meningkat, hal ini disebabkan hormon estrogen yang meningkat dalam tubuh. Jadi tak heran jika ibu hamil menjadi sensitif terhadap bau.

3. Sistem Imun

Sistem imun pada tubuh ibu hamil memberi penolakan terhadap sel-sel plasenta yang tumbuh dan berkembang karena dianggap asing dan membahayakan tubuh. Reaksi penolakan ini terjadi di trimester pertama, saat sel plasenta menempel di dinding rahim pada saat pertama kali. Reaksi penolakan inilah yang menimbulkan rasa mual dan muntah.

4. Sistem Metabolisme Tubuh Berubah

Metabolisme merupakan sistem pertukaran zat yang ada di dalam tubuh manusia yang melibatkan organisme yang ada didalam tubuh manusia. Berubahnya metabolisme menyebabkan ibu hamil merasa mual atau muntah

5. Stress

Ibu hamil yang tidak bisa mengendalikan stressnya bisa merasakan mual dan muntah karena saat hamil dan merasa stress, semua organ yang ada di dalam tubuh bereaksi negatif. Morning sickness bisa terjadi karena ibu tidak siap untuk mengalami setiap perubahan yang terjadi ketika hamil. Stress sangat berbahaya untuk ibu hamil karena dapat menimbulkan gangguan kehamilan.

6. Terjadi Gangguan Enzim

Gangguan enzim terjadi pada ibu hamil yang memiliki asam lambung. Gangguan enzim ini menyebabkan pergerakan makanan didalam usus menjadi lambat sehingga lambung menjadi kosong lebih lama. Keadaan ini tidak boleh terjadi pada ibu hamil yang memiliki asam lambung. Jika lambung kosong lebih lama, ibu hamil akan merasa lapar lebih lama. Kondisi itu dapat membuat ibu hamil mual dan muntah.

7. Perasaan Tertekan

Kondisi psikologis ibu hamil seperti perasaan tertekan, takut dan was-was dapat mempengaruhi kondisi ibu yang sedang hamil menjadi tidak stabil. Seperti stress, perasaan tersebut membuat sel dan organ didalam tubuh memberikan reaksi negatif yang dapat menyebabkan gangguan kehamilan. 

8. Makanan Tertentu

Saat hamil, ibu harus memilih makanan yang boleh dikonsumsi, karena ada beberapa makanan yang dapat merangsang mual. Pantangan makanan untuk ibu hamil diantaranya makanan pedas, asam dan yang berbau amis.

9. Makanan Mengandung Gas

Makanan yang banyak mengandung gas juga tidak disarankan untuk ibu hamil, karena dapat memicu asam lambung naik. Sehingga untuk ibu hamil yang memiliki maag, dapat memicu penyakit asam lambungnya kambuh.

10. Kekurangan Vitamin

Kekurangan vitamin, terutama vitamin B6 dapat membuat ibu hamil terkena penyakit hyperemesis, yang menyebabkan ibu hamil kekurangan cairan dan menyebabkan morning sickness pada awal kehamilan secara berlarut-larut. Ibu hamil yang mengalami hyperemesis akan mengalami morning sickness lebih dari tiga bulan.

CARA MENGATASI MORNING SICKNESS PADA AWAL KEHAMILAN

Berikut adalah beberapa cara mengatasi morning sickness pada ibu hamil :

Istirahat yang cukup, karena kelelahan dapat memperparah morning sickness

Siapkan selalu biskuit tanpa rasa, kue beras atau sepotong coklat disamping tempat tidur. Jadi saat anda bangun jangan langsung beranjak, tapi makanlah dulu untuk menaikkan gula darah

Minum air putih yang cukup dan perlahan-lahan

Minum minuman yang hangat, jangan minum air dingin atau yang mengandung aroma yang tajam

Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi (daging, ikan, telur, keju) dan karbohidrat (buah dan sayuran), serta hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas

Hindari makan dalam porsi besar. Sebaiknya makan lima sampai enam kali dengan porsi kecil untuk menghindari perut kosong dan menjaga gula darah tetap stabil

Konsumsi jahe atau produk berbahan dasar jahe untuk mengurangi rasa mual. Ibu juga dapat mengkonsumsi chamomile atau teh jahe.

Hindari makanan atau bau-bauan yang memicu rasa mual

Ahli nutrisi merekomendasikan kebutuhan suplemen vitamin B6 sektiar 75 – 100 mg untuk mencegah rasa mual. Bisa juga didapat pada biji-bijian utuh dan kacang-kacangan

Buat diri ibu selalu santai dengan cara bernapas dengan pelan, masuk melalui hidung dan keluar melalui mulut.

Menghirup udara segar, misalnya dengan berjalan-jalan di luar rumah pada pagi atau sore hari. Jangan lupa untuk memastikan sirkulasi udara dirumah.

Hindari asap rokok. Ibu hamil tidak diperbolehkan merokok

Jika saat ibu gosok gigi membuat ibu muntah, cobalah dengan obat kumur. Gunakan secara teratur untuk menjaga kesehatan mulut

Konsumsi segelas susu atau dua tablet kalsium, yang membantu menetralkan asam dalam perut

Perhatikan asupan cairan saat hamil. Jangan mencampurkan atau mengkonsumsi makanan padat dan cair bersamaan.

YANG HARUS DIWASPADAI MENGENAI MORNING SICKNESS

Sebaiknya ibu harus ke dokter, jika morning sickness diikuti oleh beberapa hal berikut.

  1. Dehidrasi – ditandai dengan tidak buang air kecil selama lebih dari delapan hari dan urine yang keluar berwarna keruh
  2. Muntah terus menerus dan tidak bisa menerima makanan sedikit pun dalam kurun waktu 24 jam
  3. Sakit perut, pusing, sangat lelah, demam, muntah darah, atau pingsan saat berdiri
  4. Berat badan menurun – Waspadai jika ibu hamil dalam kurun waktu tiga bulan pertama berat badan tidak mengalami peningkatan
  5. Tekanan darah rendah – Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum memiliki tekanan darah yang menurun atau sangat rendah, dikarenakan tidak ada pasokan energi.
  1. Mata cekung – Ibu hamil yang berat badannya menurun dan memiliki mata cekung sama dengan mata orang yang terkena mal nutrisi

Morning sickness pada awal kehamilan biasanya terjadi sampai usia trimester pertama, namun ada juga yang mengalami sampai usia kehamilan tujuh bulan. Sebaiknya untuk memeriksakan diri ke dokter karena ditakutkan akan mengalami kekurangan nutrisi dan cairan di dalam tubuhnya.

Demikian artikel mengenai Morning Sickness Pada Awal Kehamilan, semoga dapat membantu. Tetaplah untuk berpikiran positif pada saat kehamilan dan nikmati prosesnya karena semua dalam tubuh akan mengalami perubahan. Ibu yang mengalami morning sickness atau tidak sama-sama memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing. Just enjoy the process!

Mari berbagi pengalaman dengan menuliskan comment di bawah. Comment dari ibu-ibu dapat membantu ibu-ibu lainnya loh. Terima kasih.

Baca artikel mengenai :

By | 2018-01-19T04:54:44+00:00 Juli 29th, 2017|Kehamilan & Menyusui|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment