Lebih Mudah Marah Saat Hamil

Hallo sesama moms to be atau moms semua..ketemu lagi dalam Sharing Times nih. Kali ini saya mau membagi pengalaman kehamilan mengenai Lebih Mudah Marah Saat Hamil. Ada ga sih moms atau moms-to-be disini yang lebih cepat emosi saat hamil? Bagi pengalaman yuk.

FAKTOR PENYEBAB MARAH DALAM KEHAMILAN AUNTIE LBW

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa kehamilan ini merupakan kehamilan pertama saya. Banyak hal yang berubah mulai dari dalam tubuh saya maupun dari luar. Karena adanya beberapa perubahan ini, mungkin saya cukup kaget dan sulit menerima juga. Selain itu, pada dasarnya saya galak dan memiliki tingkat kesabaran sangat rendah. Hahaha….

Perubahan yang muncul dari dalam adalah tentu saja hormon, mudah lelah, merasa muka terlihat kusam, merasa sangat kumel, dan sebagainya.

Karena adanya beberapa perubahan ini, saya pun merasa tidak nyaman.

Pada bulan-bulan awal kehamilan, saya jadi sering marah-marah bahkan terhadap hal-hal kecil.

Untuk perubahan dari luar tubuh misalnya, kegiatan yang biasa saya lakukan jadi harus berhenti selama hamil. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, jadi susah berpergian, dan lain-lain.

Pada awalnya, faktor dari luar ini sangat susah diterima.

Akibatnya, Semua kena deh, mulai dari pasangan, kakak-adik, dan orang-orang sekitar.

Ooops!

PEMICU KEMARAHAN

Namun bertambahnya usia kehamilan, saya pun mencoba untuk beradaptasi dengan perubahan ini, walaupun kadang-kadang masih cepat emosi juga.

Karena semakin bertambahnya usia kehamilan, auntie merasa makin mudah lelah, perut terasa tidak enak jika membawa barang berat, pegal-pegal dibagian belakang tubuh, dan sebagainya.

Biasa pemicu kemarahan saya yang paling dominan adalah kepanasan dan serangan nyamuk. Hahaha…

Cukup lucu sih kalau diceritakan, tapi itu faktanya.

Sebelum hamil, saya juga sangat tidak suka digigit nyamuk. Tapi kan biasa kalau di keroyok nyamuk, tinggal pakai obat nyamuk. Beres!

Tapi, dokter kandungan saya mengatakan tidak boleh menggunakan salep-salep dan obat-obat nyamuk.

Jadi saat serangan nyamuk tiba, seperti pasrah saja. Huhu…Emosi berat!

Pemicu berikutnya adalah kelelahan dan rasa pegal yang teramat sangat. Namun pemicu kedua itu terkadang masih bisa tertahan.

CARA MENGATASI VERSI AUNTIE LBW

Cara mengatasinya?

Sebenarnya saya sendiri juga masih berusaha terus mencari cara mengatasi amarah saat hamil.

Jika masih dalam tahapan normal, biasa saya ingat bahwa marah berpengaruh buruk untuk janin. Tapi kadang suka masih tidak ketahan juga. Hehehe..tapi sudah jaraaaaannnggg sekali.

Selain itu, tendangan janin bisa membuat saya merasa lebih tenang. Seperti ada yang mengajak main gitu. Hahaha…

Cara berikutnya, saya selalu mendengarkan lagu pregnancy.

Lagu pregnancy selain bermanfaat untuk janin, ternyata bermanfaat juga untuk relaksasi saya.

Bisa dicoba deh untuk moms-t0-be, siapa tau bisa membantu. Karena lagu pregnancy biasanya instrumen-instrumen lembut dan menenangkan.

Cara yang terakhir adalah menahannya, karena berpikir kata-kata yang keluar saat marah biasa tidak terkendali dan akan menyakiti hati orang yang kena marah.

Saya nya enak unek-uneknya keluar, tapi yang kena marah?

bisa jadi tersinggung mungkin sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Jadi biasanya, jika saya lagi tidak enak dan ingin marah, saya tidak bersosialisasi alias didalam rumah saja.

Atau bahkan didalam rumah, saya memilih untuk tidur.

(fakta berikutnya adalah, saya suka tidur. Bahkan dari sebelum hamil. hahaha….)

Kalau untuk moms atau moms-to-be biasa pemicu nya apa sih yang menyebabkan marah-marah? terus bagaimana cara mengatasinya? Bagi-bagi dong pengalamannya. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi nih buat auntie LBW supaya jangan marah-marah.

Baca artikel terkait

Bahaya Marah-marah Saat Hamil

By | 2018-02-13T07:22:27+00:00 Januari 12th, 2018|Sharing Times|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment