Kontraksi Dini Pada Kehamilan 35 Minggu

Hallo hallo moms to be semua, kembali lagi nih dalam Sharing Times ala auntie LBW. Dalam kesempatan ini, saya ingin membagi pengalaman kehamilan saya yaitu Kontraksi Dini Pada Kehamilan 35 Minggu. Tujuannya sih, biar sama-sama belajar saja, apalagi untuk moms to be yang hamil anak pertama.

Oh ya, sedikit mengenal saya dulu yah lebih jauh supaya cerita saya ini tidak membingungkan. Saya ini tipe orang yang rapi “freak” alias lebay. Jadi saya ini tipe orang yang tidak bisa melihat barang-barang kelihatan mata berserakan atau terkena debu. Biasa saya langsung bereskan detik itu juga, tidak bisa nanti-nanti apalagi besok. Kalau masalah kebersihan, saya masih taraf normal. Hahaha…

Karena saya menyadari ke”freak”an saya ini, saya biasa merapikan sendiri ya.

Saat hamil, terutama setelah memasuki usia trimester ketiga, kita dianjurkan untuk banyak jalan, jongkok dan lain-lain. Tujuannya agar persalinannya mudah, janin cepat masuk panggul, dan lain-lain. Dan saya pun melakukannya, karena saya juga masih mendambakan persalinan normal.

Tetapiii, saat saya kontrol kehamilan 33 minggu, ditemukan saya ada kontraksi dini. Jadi ceritanya begini…

Setiap hari minggu, saya dan suami selalu menyempatkan diri untuk kardio di tempat gym sekitar 30 menit.

Empat hari sebelum ke dokter, hari sabtunya, kita gym. Saya sih jalan biasa aja alias pelan. Tapi kira-kira baru 13 sampai 15 menit kok perut terasa sangat kencang. Karena sebelumnya saya sudah diberi tahu ciri-ciri kontraksi, saya tahu ini kontraksi. Cuma pikir saya saat itu paling kontraksi palsu. Biasa saya relaks bentar hilang. Tapi saya merasa kali ini memang lebih lama namun ya hilang juga kontraksinya. Tapi setelah kontraksi itu saya berhenti kardio ya moms.

Keesokan harinya (hari Minggu), saya dan keluarga suami berkunjung ke tempat saudara mereka dari jam 11 siang. Terus langsung pergi ke mall sekitar setengah tiga sore untuk menonton bioskop. Setelahnya, berjalan-jalan sebentar di mall tersebut dan pulang jemput mertua di mall juga. Saat jemput, kita jalan-jalan di supermarketnya. Jadi hari Minggu ini full ya.

Pas hari Rabu, kontrol kehamilan 33 minggu, dokter menemukan ada kontraksi dini. Saya diberi obat anti kontraksi untuk 10 hari. Beliau menasehati saya untuk tidak banyak jalan.

Memang sih, setelahnya saya jarang kemana-mana. Tapi apa daya, saat itu keluarga saya ada acara pindahan rumah. Otomatis saya bantu sedikit-sedikit. Setelahnya, saat kontrol kehamilan 34 minggu, ditemukan kontraksi yang lebih banyak lagi dibanding sebelumnya.

Dokter mewanti-wanti saya untuk dikasur saja. Jangan banyak jalan, ditakutkan air ketuban bisa pecah dan bayi lahir prematur.

Setelah kontrol ini, saya full dirumah. Tidak kemana-mana. Tapi karena rapi “freak” saya ini, kalau liat ada barang berserakan langsung saya rapi-rapikan. Begitu setiap harinya.

Sampai pada satu hari, setelah ART saya menyetrika baju-baju saya dan suami, saya lagi mau masuk-masukin baju-baju nya ke lemari pakaian. Dari tempat setrika ke lemari pakaian memang agak jauh. Cukup banyak ya setrikaannya, karena itu tumpukan baju selama satu minggu. Haha…

Mungkin, baru dua kali bolak balik kok kaya perut sebelah kanan kram. Biasa kram perut ini tidak ada lima menit hilang. Ya sudah saya duduk bentar. Karena kebandelan saya ini, saya pikir bentar lagi hilang, saya bolak balik lagi mindahin setrikaan. Kok kaya tambah sakit. Akhirnya saya duduk. Tapi kok dirasa-rasa bukannya tambah sembuh kok tambah sakit. Akhirnya saya tiduran. Memang sih kalau tiduran jadi lumayan, tapi kalau gerak sakit lagi. Begitu seterusnya, sampai dua jam. Suami kebetulan pulang kerja jam tujuh malam. Saya langsung telpon dan berkonsultasi ke dokter. Dokter menyarankan langsung ke rumah sakit saja. Tapi saya memutuskan datang ke tempat praktek nya dulu saja.

Pada saat ini, kalau dari posisi tidur ke posisi duduk wah sakit sekali yaa…trus kalau jalan juga sakit sekali seperti ditusuk-tusuk.

Sesampainya di praktek dokter, langsung cek USG untuk memastikan kondisi nya oke semua. Langsung saya disuruh opname saja karena ditakutkan kalau mau dicoba dirumah, bisa pecah ketuban. Risiko pecah ketuban, karena kehamilan belum masuk 37 minggu, takutnya lahir prematur. Dokter bilang kalau prematur kasihan bayinya, ada beberapa bagian yang masih belum sempurna. Selain itu, biaya masuk NICU bisa mencapai Rp 5.000.000 per hari. Kata beliau, kalau dilihat dari kondisi saya kemungkinan bisa mencapai sepuluh hari NICU. 🙁

Wah, karena dokter sudah bilang demikian, ya sudah siapa yang berani sih ambil risiko. Hahaha..Akhirnya saya dan suami langsung ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, saya di kasih infus yang katanya penguat janin dan diambil darah untuk diteliti alasan kontraksi dini saya ini. Setelah di kasih infus ini, kram perut berangsur hilang. Keesokan nya saya selang infus ditambah. Saya dikasih pematang paru untuk janin, kalsium, dan ada satu lagi. Lupa… Dokter bilang kalau misalkan bayinya tiga hari lagi memang sudah mau keluar, sudah aman karena sudah dikasih pematang paru-paru.

Kata dokter saya, kontraksi dini saya ini disebabkan karena saya kekurangan kalium, ada pengentalan darah dan infeksi saluran kemih. Kata dokter biasanya pengentalan darah ini disebabkan karena kemungkinan bayi saya ini ikut darah ayahnya. Jadi menolak darah saya. Sedangkan kalau infeksi saluran kemih ini disebabkan karena saya terlalu sering menahan BAK.

Dokter hanya mengatasi yang kekurangan kalium dan infeksi saluran kemihnya aja. Untuk pengentalan darah, kata beliau caranya adalah dengan suntik setiap hari dan biayanya cukup mahal. Kata dokter dicoba dulu aja buat normalin kalium sama benerin yang ISKnya. Soalnya sudah tinggal dua minggu lagi. Lagian, sudah dikasih pematang paru sehingga aman. Ya sudah saya sih nurut aja…

Dokter juga menyarankan saya untuk bedrest, setelah kehamilan 37 minggu, dokter bilang baru silahkan boleh jalan-jalan. Hahaha… Selain itu, saya disarankan untuk tidak menahan BAK (ibu hamil tau sendiri ya lelah BAK mulu…), dan tidak boleh mengedan saat BAB. Jadi saya dibekelin Microlax empat bijih, siapa tau saya susah BAB. haha…

Sedikit informasi yah, saya diopname di RS. Santo Boromeus Bandung. Buat yang ingin tau harganya diatas tujuh juta tapi masih dibawah sembilan juta. Saya ambil kelas VIP. Dirawat selama dua hari. Ini bukan pamer ya moms, cuma mau kasih informasi ajah. Jangan kaya saya, haha….jadi keluar biaya besar gara-gara bandel.

Oh ya, buat yang mau tahu harga cuci rambut dan keringin di RS. Santo Boromeus Bandung, harganya Rp 75.000,-. Kalau mau tinggal bilang aja ke suster yang masuk ke kamar kita.

Setelah dirumah ya sudah, ditahan-tahan aja ngerapi-rapiin. Sudah jauh berkurang. Terus kerasanya dibadan, jadi kaya tambah cepet capek, cepet pegel. Ya sudah lah mungkin rasa-rasa itu sebagai penahan biar ga bandel lagi. Untung suami bantu, hahaha….

Sekian sharing saya mengenai Kontraksi Dini Pada Kehamilan 35 Minggu, semoga bermanfaat dan membantu moms to be semua yah.

Sharing yuk pengalaman kehamilannya ^^

By | 2018-03-14T03:54:26+00:00 Maret 14th, 2018|Sharing Times|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment