Delapan Foto Anak Yang Sebaiknya Tidak Dibagikan di Sosial Media

Kita hidup didunia serba digital, dimana kebanyakan orang suka membagi pengalaman hidup, mengabadikan setiap momen, dan kemudian membagikannya disocial media. Apakah ada batasannya? Tentu ada. Apalagi jika hal tersebut menyangkut anak kita. Ada beberapa foto yang sebaiknya tidak dibagikan disosial media lho moms. Kenapa? Bisa saja hal tersebut berkaitan dengan pribadi anak kita, membuat nya malu, atau bahkan yang paling buruknya bisa menjadikan anak kita sebagai target potensial untuk para predator anak. Berikut Delapan Foto Anak Yang Sebaiknya Tidak Dibagikan di Sosial Media.

Saat Anak Sedang Mandi

Saat sedang mandi otomatis anak dalam keadaan telanjang. Saat anak telanjang tidaklah baik untuk menjadi konsumsi publik, karena memperlihatkan kelamin pribadinya. Yang ditakutkan adalah jika foto anak yang sedang tidak berpakaian jatuh ke tangan yang salah, seperti pornografi terhadap anak-anak.

Anak Sedang Sakit atau Terluka

Sebagai orangtua, sudah menjadi kewajiban kita untuk melindungi anak, bukan mengambil keuntungan atas kejadian buruk yang menimpa anak. Ayah (ibu) perlu menanyakan terlebih dahulu “apakah saya perlu membagikan foto ini”. Terapkan standar saat ayah (ibu) mempertimbangkan apa yang harus dan tidak dibagikan di sosial media.

Foto Yang Memalukan

Orangtua yang membagikan foto memalukan anaknya dapat berdampak buruk pada anak-anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Tidak hanya mempermalukan anak, tapi juga dapat menghilangkan kepercayaan anak terhadap orangtuanya. Hal tersebut dapat mengakibatkan stress pada anak, depresi, dan kecemasan di kemudian hari.

Semua Aktivitas Di Toilet

Foto anak yang sedang melakukan aktivitasnya (BAK, BAB, atau mandi) di toilet sebaiknya disimpan sebagai foto pribadi saja. Pada saat BAK, BAB, atau mandi, otomatis anak memperlihatkan kelaminnya. Sebagai catatan, dalam media sosial apa yang sudah dibagikan ke publik tidak akan bisa dihapus jika sudah ada yang menyimpan atau membaginya. Pertimbangkan sekali lagi jika ayah (ibu) ingin membagikan aktivitas anak di toilet, pikirkan saat dirinya yang remaja melihat foto tersebut.

Hal-hal Yang Bersifat Pribadi

Jagalah anak-anak supaya selalu aman. Jangan pernah membagikan nama lengkap, alamat, alamat sekolah, dan lain-lain secara online. Kita tidak pernah bisa mengontrol siapa saja yang menggunakan informasi ini dan untuk tujuan apa.

Foto Anak Bersama Teman-temannya

Jika ingin membagikan foto anak bersama temannya di media sosial, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada orangtuanya. Ada beberapa orangtua yang tidak ingin wajah anaknya terpampang di media online.

Yang Mengekspos Kelemahan Anak

Sebaiknya ayah dan ibu mempertimbangkan lebih dahulu apabila ingin membagikan foto yang memperlihatkan kelemahan anak. Seperti, anak yang sedang dalam kondisi ketakutan, atau anak memiliki panggilan lucu dirumahnya, dan lain-lain. Pertimbangkan bagaimana foto-foto dan informasi tersebut berdampak di luar rumah. Misalnya di sekolah, informasi-informasi tersebut bisa saja mempermalukan anak atau anak bisa menjadi bahan bullying di lingkungan sekolahnya.

Aktivitas Yang Konyol atau Berbahaya

Misalnya, ayah atau ibu menyuruh anak untuk mengangkat sebotol bir dan berpose sedang pura-pura meneguk bir tersebut. Atau contoh lain, saat teman ayah dan ibu berkunjung dengan membawa anak yang seumuran. Lalu tidak sengaja mereka saling mencium pipi satu sama lain, dan ayah (ibu) mengabadikan momen tersebut. Ayah atau ibu berpikir hanya untuk lucu-lucuan saja. Tapi membagi foto tersebut dalam media sosial dapat menuai banyak kritik dan masalah. Sebaiknya foto-foto tersebut disimpan pribadi saja. Karena netizen biasa berkomentar tanpa mengetahui cerita di balik foto tersebut.

Semoga artikel mengenai Delapan Foto Anak Yang Sebaiknya Tidak Dibagikan di Sosial Media dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

Baca artikel terkait :

By | 2018-01-10T10:02:26+00:00 Januari 10th, 2018|Kecerdasan & Pertumbuhan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment