Cradle Crap

Untuk sebagian orangtua baru tentu asing dengan istilah Cradle Crap. Cradle Crap (atau dermatitis seboroik) adalah kerak yang timbul di kulit bayi. Selain timbul kulit kepala, cradle crap juga bisa timbul di wajah, telinga, atau lipatan kulit. Jika dilihat, sekilas bentuk cradle crap ini mirip dengan ketombe. Yang perlu diperhatikan, cradle crap tidak membahayakan dan tidak menular. Dalam artikel ini, Little Boss World akan membahas mengenai Penjelasan Cradle Crap dan Cara Mengatasinya ini lebih mendalam. Semoga dapat membantu.

DEFINISI CRADLE CRAP DAN PENYEBABNYA

Keterangan gambar : contoh cradle crap pada kulit kepala bayi

Bentuk cradle crap merupakan kerak besar, teksturnya berminyak, warnanya kuning atau kecoklatan. Tenang saja, kerak akan rontok dan akan meninggalkan bekas kemerahan. Walaupun penyebabnya masih belum jelas, beberapa ahli menyebutkan cradle crap ini terjadi karena adanya peradangan kelenjar minyak dan menyebabkan kelebihan sebum. Sebum merupakan zat berminyak yang terdiri atas lemak, keratin, dan bahan selular yang diproduksi oleh kelenjar sebasea. Kelebihan sebum dapat menyebabkan peradangan yang mengakibatkan terbentuknya kerak. Cradle crap ini biasanya terjadi pada balita usia tiga bulan dan sangat jarang terjadi pada balita usia diatas satu tahun.

BERAPA LAMA WAKTU BERLANGSUNGNYA CRADLE CRAP

Untuk lama waktu berlangsungnya cradle crap ini tergantung pada beberapa faktor. Beberapa faktor tersebut adalah :

1. Seberapa parah kondisinya

Pada umumnya, cradle crap ini tidak parah, tidak berbahaya, dan tidak menular. Namun, ketombe si kecil yang parah bisa saja terjadi dan dapat berkembang menjadi infeksi jamur. Jika hal ini terjadi ibu harus segera membawanya ke dokter.

2. Bagaimana cara membersihkan kulit kepala si kecil

Bersihkan kulit si kecil yang mengandung cradle crap secara teratur. Jangan biarkan serpihan-serpihan cradle crap tersebut menumpuk karena bisa bertambah parah. Pilihlah produk yang dikhususkan untuk umur si kecil.

3. Tingkat iritasi kulit yang terkena cradle crap

Sebaiknya jangan menggaruk dan mengelupas cradle crap ini secara paksa. Mengelupas secara paksa dapat menyebabkan iritasi pada kulit si kecil dan menyebabkan infeksi.

CARA MENGATASI CRADLE CRAP PADA BAYI

Beberapa cara untuk mengatasi cradle crap pada bayi, diantaranya :

1. Menjaga agar kulit kepala bayi tidak terlalu lembab

Dengan menjaga kulit bayi tidak terlalu lembab, dapat membantu cradle crap segera mengering dan lepas dengan sendirinya. Jika kulit kepala si kecil lembab, dapat memicu rasa gatal karena pori-pori kulit kepala tersumbat oleh cradle crap yang tebal dan keras.

2. Gunakan air hangat supaya cradle crap melunak

Sebagian cradle crap memiliki tekstur yang tebal dan keras. Gunakan air hangat untuk melunakkan cradle crap tersebut.

3. Baby Oil

Apabila penggunaan air hangat masih belum maksimal, ibu bisa mencoba menggunakan Baby oil. Balurkan baby oil dengan kapas pada kulit yang memiliki cradle crap semalaman. Keesokan harinya, cuci bagian kulit tersebut dengan air hangat dan shampoo bayi. Gunakan sikat rambut bayi yang berbulu lembut, untuk menghilangkan kerak-kerak yang mulai terlepas dari kulit.

4. Gunakan minyak alami

Cara lainnya, ibu bisa menggosok kulit yang terkena cradle crap dengan minyak alami dan biarkan selama 5 menit. Minyak alami yang dapat menjadi pilihan diantaranya minyak almond, minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak jojoba. Setelah ada kerak yang terlepas bersihkan dengan sisir yang lembut. Setelahnya, jangan lupa untuk mencuci kulitnya dengan perlengkapan yang sesuai dengan umurnya. Sisa minyak pada kulit, terutama kulit kepala, dapat menghambat pori-pori dan menyebabkan cradle crap tetap menempel.

5. Potong Rambut

Langkah selanjutnya adalah dengan memotong rambut si kecil.

6. Beli produk penghilang cradle crap di apotek terdekat

Ibu bisa membeli produk penghilang cradle crap ini di apotek terdekat. Namun penyembuhannya memerlukan beberapa hari, tidak bisa langsung hilang dan bersih.

DAMPAK CRADLE CRAP

Cradle crap akan berdampak jika kebersihan kulit tidak terjaga. Dampak yang akan terjadi adalah infeksi pada kulit si kecil, dimana akan menjadi kemerahan dan timbul pustula. Pustula merupakan benjolan kecil yang diujungnya terdapat penumpukan nanah. Pustula ini muncul karena adanya bakteri Staphylococcus aureus. Pustula bersifat menular.

KAPAN HARUS KE DOKTER

Berikut beberapa kondisi cradle crap yang memerlukan pertolongan dokter :

  1. Ibu sudah mencoba cara-cara diatas namun masih belum tetap berhasil
  2. Cradle crap tumbuh di area tanpa rambut
  3. Cradle crap bertambah parah, bahkan sampai menutupi sebagian besar area tubuh
  4. Area kulit yang terkena cradle crap menjadi merah dan keras, ada cairan dan terasa hangat. Ditakutkan merupakan tanda-tanda adanya infeksi
  5. Sistem kekebalan tubuh si kecil lemah
  6. Si kecil kesulitan menambahkan berat badannya

Sekian artikel mengenai Penjelasan Cradle Crap dan Cara Mengatasinya , semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

Baca artikel mengenai :

By | 2018-02-13T09:11:57+00:00 Desember 20th, 2017|Nutrisi & Kesehatan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment