Ciri-ciri Hamil Anak Kembar

Kehamilan kembar merupakan anugerah yang luar biasa untuk pasangan. Kehamilan kembar bisa diperoleh karena faktor genetik atau dengan program kehamilan. Berikut merupakan Ciri-ciri Hamil Anak Kembar.

1. Faktor Genetik

Sebagian besar ibu yang mengandung bayi kembar, memiliki riwayat kehamilan kembar didalam keluarganya. Faktor ini merupakan salah satu Ciri-ciri Hamil Anak Kembar yang paling penting.

2. Kadar HCG Yang Lebih Tinggi Pada Awal Kehamilan

Untuk mengetahui kadar HCG adalah dengan menggunakan tes darah. Ibu yang mengandung bayi kembar memiliki kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Namun tes ini tidak sepenuhnya menjamin apakah ibu mengandung bayi kembar atau tidak, ibu memerlukan tes lanjutan.

3. Mual dan Muntah (Morning Sickness) Yang Berlebihan

Ibu yang sedang mengandung bayi kembar biasanya mengalami mual dan muntah yang berlebihan, dan sering terjadi pada trimester pertama. Bahkan, beberapa ibu memerlukan perawatan intensif karena mual dan muntah tersebut menyebabkan ibu mengalami penurunan berat badan dan kesulitan makan. Selain mual dan muntah, ibu juga merasa lesu, sakit kepala hingga pingsan. Kondisi ini dalam istilah medis disebut dengan Hiperemesis Gravidarum. Jika ibu mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi, ibu memerlukan cairan infus untuk menunjang kondisi ibu dan janin.

Baca artikel mengenai :

4. Ukuran Perut Lebih Besar Pada Awal Kehamilan

Kehamilan kembar sudah dapat dideteksi ketika usia kehamilan memasuki enam sampai tujuh minggu. Karena ada dua janin didalam perut ibu, otomatis ukuran perut ibu juga lebih besar dibandingkan kehamilan tunggal. Saat usia kandungan memasuki trimester pertama, ukuran perut ibu tampak seperti kehamilan trimester kedua pada umumnya.

5. Intoleransi Secara Berlebihan Terhadap Makanan atau Minuman

Kehamilan kembar pada trimester pertama terasa lebih berat. Ibu cenderung tidak memiliki selera terhadap makanan dan minuman. Bahkan ada beberapa kasus dimana ibu akan mengalami mual dan muntah, hanya dengan mencium aromanya saja. Untuk beberapa makanan seperti ikan, daging, telur dan semua bahan hewani akan terasa sangat menjijikan. Beberapa ibu yang mengandung bayi kembar juga tidak tahan terhadap aroma kopi atau teh.

6. Payudara Terasa Sangat Sakit

Pada awal kehamilan, ibu yang mengandung bayi kembar cenderung merasa sakit atau nyeri yang sangat berat pada payudara. Ibu akan merasa payudaranya terasa sangat penuh dan bengkak. Untuk mengatasinya, gunakan lah pakaian dan bra yang nyaman.

7. Sering Buang Air Besar dan Kecil

Dikarenakan ibu yang mengandung bayi kembar memiliki kadar hCG tinggi dan adanya perubahan tekanan dalam rahim, akan meningkatkan frekuensi buang air kecil dan besar yang berlebihan. Beberapa ibu yang mengandung bayi kembar bahkan kesulitan beristirahat karena selalu ingin ke kamar kecil. Gejala ini sudah dialami sejak usia kandungan beberapa minggu.

8. Merasa Kelelahan

Ibu yang mengandung bayi kembar akan merasa sangat kelelahan. Ibu akan merasa tubuh tidak bertenaga sehingga sulit untuk melakukan berbagai aktivitas dengan bebas. Ibu akan merasa selalu ingin duduk atau tidur. Gejala ini dapat ibu rasakan ketika usia kandungan menginjak dua minggu.

9. Kram Rahim Lebih Kuat

Pada awal kehamilan, setiap ibu Rahim mengalami kram rahim. Namun kram rahim yang dialami oleh ibu yang mengandung bayi kembar lebih kuat disbanding dengan kehamilan tunggal. Kram rahim mengindikasikan bahwa rahim berkembang sangat cepat untuk menyediakan ruang bagi janin. Sedangkan nyeri pada bagian punggung dikarenakan adanya dorongan rahim dan peredaran darah yang kuat pada rahim. Hati-hati jika kondisi ini disertai dengan pendarahan atau bercak darah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kandungan ibu.

10. Detak Jantung Lebih Cepat

Ibu yang mengandung bayi kembar memiliki detak jantung yang lebih cepat, dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Hal ini dikarenakan fungsi jantung bekerja lebih keras, jantung akan memompa darah lebih kuat untuk memasok darah ke rahim. Jika rahim kekurangan oksigen, akan terjadi masalah pada janin.

11. Emosi Tidak Stabil

Pada umumnya, ibu hamil memiliki emosi yang kurang stabil. Namun keadaan dapat menjadi lebih parah pada kehamilan kembar. Ibu yang mengandung bayi kembar dapat memiliki emosi dimana sering menangis, merasa sangat berat, mudah marah, membutuhkan perhatian lebih dari orang sekitar, dan mudah tersinggung.

12. Janin Bergerak Lebih Awal

Pada kehamilan kembar, gerakan janin sudah dapat dirasakan ketika usia kehamilan 15 atau 16 minggu. Walaupun gerakannya masih sangat kecil, namun ibu dapat merasakannya. Ini adalah salah satu Ciri-ciri Hamil Anak Kembar.

13. Berat Badan Naik Cepat

Ibu yang mengandung bayi kembar mengalami perubahan berat badan yang lebih cepat dan banyak dibandingkan kehamilan tunggal. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan volume darah dan ukuran rahim yang lebih besar. Kenaikan berat badan ini sudah dapat dirasakan pada kehamilan trimester pertama dan akan terus meningkat. Penelitian yang pernah diterbitkan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology mengatakan, penambahan berat badan merupakan hal yang sangat penting pada awal kehamilan kembar karena telah terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap berat bayi pada saat lahir.

14. Hasil Uji AFP Tidak Normal

Uji AFP (Alpha Fetoprotein) merupakan tes untuk mengetahui cacat lahir tertentu pada janin. Hasil uji AFP pada ibu yang mengandung bayi kembar menunjukkan angka yang tidak normal. Hal ini dikarenakan hati menghasilkan protein yang berlebihan. Pengujian ini dilakukan ketika kehamilan memasuki usia trimester kedua.

15. Garis Kehamilan Sangat Jelas

Ibu yang mengandung bayi kembar dan menguji dengan alat uji kehamilan, akan melihat garis yang sangat jelas. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan hormon hCG yang lebih tinggi.

16. Ada Dua Suara Pada Detak Jantung Janin

Suara detak jantung janin dapat didengar pada usia akhir trimester pertama. Dokter dan bidan bisa menguji kehamilan kembar melalui suara detak jantung. Namun, pengujian lain perlu dilakukan karena terkadang detak jantung bayi tunggal dapat didengarkan dair berbagai tempat di perut ibu.

RISIKO KOMPLIKASI KEHAMILAN KEMBAR

Walaupun kehamilan kembar memiliki banyak keuntungan dan kesenangan, namun ada beberapa risiko yang harus diperhatikan oleh ibu yang mengandung bayi kembar :

  1. Kelahiran Prematur. Pada umumnya, kehamilan kembar membutuhkan waktu 38 minggu.
  2. Bayi memiliki ukuran kecil dan kekurangan berat badan
  3. Kemungkinan satu bayi tumbuh dengan ukuran yang besar, sedangkan bayi lainnya memiliki berat badan rendah
  4. Ibu yang mengandung bayi kembar memiliki risiko terkena tekanan darah tinggi (preeklempsia) dan diabetes gestasional.
  5. Pecah ketuban pada awal kehamilan, yang dapat menyebabkan risiko kematian pada bayi.

CARA MENGATASI KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN KEMBAR

Berikut beberapa cara mengatasi komplikasi pada kehamilan kembar :

Lakukan pemeriksaan kehamilan rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter ahli kandungan

Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk merencanakan diet dan nutrisi yang seimbang untuk mencukupi gizi yang dibutushkan ibu dan janin kembar.

Perbanyak istirahat, dikarenakan ibu yang sedang mengandung bayi kembar memerlukan banyak energi.

Pemeriksaan USG yang rutin

Rencanakan dan konsultasikan persalinan dari jauh-jauh hari dengan dokter kandungan ibu, apakah ibu bisa melakukan persalinan normal atau harus dengan operasi caesar.

Untuk ibu yang mengandung bayi kembar sebaiknya memperhatikan asupan nutrisi yang baik untuk ibu dan janin. Jika ibu merasa ada yang tidak wajar sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan ibu. Selain ciri-ciri di atas, kehamilan kembar dapat dipastikan dengan menggunakan USG.

Sekian artikel mengenai Ciri-ciri Hamil Anak Kembar, semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

Baca artikel terkait :

By | 2018-02-06T08:28:14+00:00 Desember 6th, 2017|Kehamilan & Menyusui|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment