Cacar Air Pada Anak

Anak ibu terkena cacar? Jangan panik. Cacar air pada anak biasanya merupakan penyakit yang ringan. Cacar air (atau Varicella Simplex atau Varicella atau Chickenpox) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV). Anak yang sudah pernah terkena cacar air, ia akan memiliki kekebalan secara alamiah. Penelitian menunjukkan bahwa 90% cacar air terjadi pada anak dibawah usia sepuluh tahun, dimana tertinggi pada usia dua sampai enam tahun. Dalam artikel kali ini Little Boss World akan mengulas informasi mengenai Cacar Air Pada Anak.

Gejala Cacar Air

Gejala cacar air memiliki ciri-ciri yang khas. Ibu bisa membantu si kecil untuk meredakan gejalanya, dengan memberikan paracetamol untuk meredakan demam dan rasa sakit akibat cacar. Pemberian paracetamol untuk anak diatas usia dua bulan. Berikut gejala cacar air :

  1. Penderita mengalami flu ringan, demam, sakit kepala, mual, lemah, lesu, cepat lelah, dan kehilangan nafsu makan. Gejala cacar air ini biasanya mulai nampak setelah hari ke 10 – 21 setelah terinfeksi.
  2. Beberapa hari setelahnya (sekitar 24-36 jam), timbul kemerahan pada kulit dengan ukuran kecil (ruam cacar). Biasanya ditemukan di sekitar dada, lengan, perut atau punggung.
  3. Bintik-bintik ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya dan wajah (termasuk mulut dan kelamin). Bintik-bintik ini lebih menonjol, berisi cairan dan gatal. Ruam ini muncul selama bertahap selama tiga sampai empat hari dan akan mengering dalam waktu tujuh sampai empatbelas hari. Bekas luka cacar biasanya jarang yang meninggalkan jaringan parut, kalaupun ada hanya sedikit dan biasanya disebabkan karena digaruk.
  4. Ruam akan berubah menjadi kecil, berisi cairan & dinding tipis. Akan timbul rasa nyeri dan gatal, hati-hati untuk tidak menggaruknya. Ruam ini akan mengering dan terlepas, sehingga akan meninggalkan bercak berwarna gelap. Tenang saja ibu, bercak ini akan hilang dengan sendirinya dan tidak meninggalkan bekas. Yang terpenting adalah untuk tidak menggaruknya.

Penyebab Cacar Air

Cacar air merupakan jenis penyakit menular. Bagi yang belum pernah sakit cacar, kemungkinan tertular semakin besar. Penyebab cacar air karena adanya penularan dengan cara kontak dengan orang yang menderita cacar air. Virus ini dapat menular melalui ludah penderita, kontak langsung dengan penderita, atau benda-benda yang telah terkontaminasi oleh cairan cacar penderita. Penularan dapat terjadi saat gejala timbul sampai kulit mengering. Oleh karena itu, penderita cacar air sebaiknya berada diruangan tersendiri (terisolasi). Penderita dianggap tidak akan menularkan cacar air saat cacar sudah berupa keropeng.

Fase Penyakit Cacar Air

Tiga fase jika mengidap penyakit cacar air, yaitu :

  1. Munculnya kemerahan (papula) dan akan pecah dalam beberapa hari
  2. Berikutnya akan muncul ruam yang berisi cairan (vesikel). Cairan ini akan pecah dan mengering
  3. Setelah pecah, ada bekas luka kering yang melapisi bekas lepuhan tersebut. Setelah melewati fase ini, cacar air akan sembuh dalam beberapa hari.

Tenang saja bu karena cacar anak tergolong normal. Anak akan rewel karena timbulnya rasa nyeri dan demam akibat cacar. Namun ada beberapa kasus pada bayi, dimana cacar air dapat terjadi sangat parah karena muncul didaerah tenggorokan, mata, selaput lendir uretra, kemaluan wanita dan anus. Jika cacar air terjadi pada si kecil di bawah usia empat minggu, cepat konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan.

Cara Mengobati Cacar Air Dengan Cepat

  1. Untuk si kecil yang masih ASI, sebaiknya berikan cukup asupan ASI agar ia terhindar dari dehidrasi yang ditimbulkan dari gejala cacar air. Demikian juga untuk si kecil yang mengkonsumsi susu formula dan MPASI, untuk memberikannya cukup air putih agar terhindar dari dehidrasi.
  2. Konsultasikan ke dokter untuk menentukan jenis cacar yang diderita si kecil. Cacar air tidak akan merespon terhadap antibiotik.

Yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Terkena Cacar Air

Orangtua dapat merawat si kecil yang terkena cacar di rumah. Namun ingat si kecil harus terisolasi agar anggota keluarga yang lain tidak tertular. Pengobatan pada anak yang terkena cacar lebih mudah dibandingkan dengan orang dewasa. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua :

  1. Kenakan pakaian yang nyaman pada si kecil, misalnya yang berbahan katun dan lembut agar si kecil tidak merasa kepanasan
  2. Gunting kuku si kecil untuk menghindari si kecil menggaruk. Dengan menggaruk cacar airnya, dapat menyebabkan timbulnya bekas luka akibat cacar air.
  3. Berikan paracetamol untuk menurunkan demam dan meredakan rasa nyeri. Berikan paracetamol untuk anak diatas usia dua bulan. Jika ibu ragu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu.
  4. Pastikan untuk memberikan cukup asupan cairan untuk mencegah si kecil mengalami dehidrasi.
  5. Untuk mengurangi gatal akibat cacar, ibu bisa memberikan lotion kalamin. Jika si kecil berusia lebih dari satu tahun dan gatal mengganggu pada malam hari, dokter kemungkinan memberikan resep antihistamin chlorphenamine yang memiliki efek menenangkan dan membantu anak tidur.
  6. Si kecil tetap perlu mandi untuk menghindari infeksi bakteri kulit. Mandikan dengan menggunakan air dingin atau air suam kuku. Pada saat mengeringkan badan setelah mandi, sebaiknya gosok dengan perlahan dan gunakan bedak talek salycil yang mengandung menthol. Mandi boleh dilakukan saat anak tidak demam dan sakit.
  7. Konsumsi makanan yang bergizi, seperti buah-buahan yang mengandung vitamin C
  8. Perbanyak istirahat. Hindari menggaruk pada luka cacar. Bila gatal terlalu parah, sebaiknya kompres dengan menggunakan air dingin.

Pencegahan Cacar Air

Cacar air dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk pencegahan cacar air sendiri, dapat dilakukan dengan imunisasi. Imunisasi cacar ini sebaiknya dilakukan saat si kecil memasuki usia lima tahun. Anak yang terkena cacar air ini biasanya saat memasuki usia sekolah. Vaksin juga dapat diberikan (termasuk untuk anak diatas usia satu tahun) dalam waktu 72 jam setelah penularan.

Cara Menghilangkan Bekas Cacar Air

Bekas luka cacar tentu sangat mengganggu penampilan. Namun bekas luka cacar yang permanen ini biasa disebabkan karena digaruk. Bekas luka cacar yang tidak permanen akan hilang dalam waktu enam sampai dua belas bulan. Berikut beberapa cara untuk menghilangkan bekas cacar air, semoga membantu.

1. Lidah buaya

Lidah buaya memiliki antioksidan yang tinggi. Caranya kupas kulit lidah buaya, ambil gelnya dan oleskan pada bekas luka cacar. Diamkan beberapa saat dan bilas dengan air hangat. Lakukan secara rutin, dua kali sehari.

2. Lemon dan madu

Lemon merupakan buah yang mengandung antioksidan dan kaya akan vitamin C. Campurkan dengan madu untuk hasil yang maksimal. Caranya, campurkan secara merata dua sendok makan air perasan lemon dan satu sendok makan madu. Oleskan pada bekas cacar. Diamkan minimal 15 menit. Bilas sampai bersih dengan air mengalir.

3. Air Kelapa

Oleskan air kelapa pada bekas cacar. Lakukan sesering mungkin

4. Daun sirih

Caranya, bersihkan kulit dengan air hangat. Ambil lima sampai sepuluh daun sirih (yang segar dan tua), campur dengan daun dlingo, temu sore, dan jintan hitam. Tumbuk kasar semua bahan tersebut dan tambahkan air secukupnya. Aduk-aduk dan peras airnya. Oleskan air perasan pada bekas cacar. Lakukan secara rutin (dua sampai tiga kali sehari) untuk mendapatkan hasil yang maksimal

5. Jagung muda

Caranya, parut jagung muda dan tambahkan sedikit air, aduk sampai membentuk pasta. Oleskan pada bekas cacar dan diamkan selama 30 menit. Bersihkan. Lakukan secara teratur minimal dua kali sehari untuk hasil yang maksimal.

6. Tomat

Caranya, gunakan tomat yang segar dan matang, belah menjadi dua bagian. Gosokkan pada bekas cacar. Diamkan sampai kering (kurang lebih 30 menit). Bilas hingga bersih dengan menggunakan sabun. Lakukan secara teratur sebelum mandi.

7. Pepaya

Gunakan pepaya sebagai masker. Oleskan pada bagian bekas cacar air.

8. Mengkudu

Caranya, parut mangkudu secukupnya, dan tambahkan secukupnya air. Tambahkan sedikit gula atau madu. Saring airnya dan minum. Pemakaian luar juga dapat dilakukan.

9. Kacang hijau

Caranya, rendam kacang hijau selama semalam, kemudian saring dan haluskan. Campurkan sedikit air hangat. Oleskan pada bekas luka cacar. Diamkan hingga mengering dan bersihkan dengan air.

10. Air putih

Pastikan asupan air putih cukup untuk membantu mempercepat proses regenerasi pada jaringan kulit

11. Konsumsi buah dan sayur

Perbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin C. Vitamin C dapat membantu proses pemulihan dari dalam.

Yang Harus di Waspadai

Ibu harus mewaspadai jika cacar air diiringi dengan demam selama beberapa hari, ruam menyebar hingga ke mata, kulit sekitar bintik cacar membengkak dan si kecil tampak kesakitan bila disentuh. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi bakteri kulit, radang (pneumonia) atau radang otak (encephalitis).

Kapan harus ke dokter

Kondisi ini mengharuskan ibu membawa si kecil ke dokter :

  1. Anak sulit dibangunkan atau tampak kebingungan saat terbangun
  2. Demam berlangsung lebih dari tiga hari
  3. Suhu anak naik turun atau lebih dari 38,7 derajat celcius.
  4. Area kulit melunak
  5. Ruam merah berbintik seperti penyakit skarlatina (scarlet fever)
  6. Anak kesulitan bernapas akibat batuk yang parah
  7. Kaki anak lemah dan kaku sehingga membuatnya kesulitan berjalan
  8. Pendarahan pada luka cacar dan mengeluarkan nanah
  9. Mengeluhkan leher yang terasa kaki
  10. Mual dan muntah lebih dari tiga kali, disertai dengan diare
  11. Tidak ada reaksi terhadap pengobatan dan menyebabkan gatal bertambah parah
  12. Anak mengeluhkan sakit perut atau sakit perut yang parah
  13. Salah satu kelenjar getah bening membesar dan melunak

Sekian artikel mengenai Cacar Air Pada Anak, semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

Baca artikel mengenai :

By | 2018-01-24T06:31:03+00:00 Januari 24th, 2018|Nutrisi & Kesehatan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment