Baby Led Weaning

Metode Baby Led Weaning mulai dikenal di masyarakat Indonesia. Metodenya pun cukup kontroversial, banyak yang mempertanyakannya antara boleh diterapkan untuk si kecil atau tidak. Yang pastinya, dalam menerapkan metode Baby Led Weaning, orangtua harus selalu menemani si kecil ya. Agar tidak salah penerapannya, mari kita kenali lebih dalam mengenai Baby Led Weaning.

Informasi : Buku yang bisa menjadi panduan ibu-ibu untuk mengenal BLW lebih jauh

PENGERTIAN BABY LED WEANING

Baby Led Weaning (BLW) adalah metode pemberian MPASI dengan cara membiarkan si kecil untuk memegang dan menyuap sendiri makanannya. Artinya MPASI yang diberikan tidak berbentuk puree (atau makanan yang dihaluskan) dan ibu tidak menyuapkan makanan ke mulut si kecil. Seperti yang sudah diketahui, pemberian MPASI dimulai saat si kecil menginjak usia enam bulan. Makanan yang diberikan ke si kecil adalah jenis makanan finger food, yaitu makanan yang memungkinkan untuk dapat dipegang oleh tangan si kecil. Tujuan dari metode Baby Led Weaning adalah agar si kecil dapat makan sendiri apa yang dipilihnya dan menjadikannya lebih mandiri. Waktu terbaik untuk memulai metode Baby Led Weaning ini adalah ketika keluarga berkumpul di meja makan. Berikan ia makanan yang serupa dengan anggota keluarga lain, namun berikan ia makanan yang mudah dikunyah, ditelan, dan dipegang.

MAKANAN YANG DIREKOMENDASIKAN

Ada beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk menerapkan metode ini. Ibu bisa menggunakan sayur-sayuran yang dikukus seperti brokoli, wortel, dan lain-lain. Atau buah-buahan seperti pisang, mangga, pepaya, dan lain-lain. Pastikan untuk memotongnya terlebih dahulu agar sesuai dengan jari dan mulut si kecil. Berikut beberapa aturan dasarnya.

Makanan Yang Harus Dihindari

1. Memiliki risiko tersedak

Ada beberapa makanan yang memiliki risiko membuat si kecil tersedak, contohnya kacang. Sebaiknya pemberian kacang dihindari hingga si kecil berusia tiga tahun. Untuk buah-buahan, sebaiknya ibu memperhatikan buah-buahan yang mengandung biji. Sebelum diberikan ke si kecil, pastikan biji sudah habis terbuang. Selain itu, sebaiknya hindari ikan yang bertulang atau sebaiknya pastikan ibu sudah membersihkan tulangnya sebelum diberikan ke si kecil (tulang lunak juga harus dibuang sebelum diberikan ke si kecil)

2. Garam

Garam tidak baik untuk si kecil karena dapat memperberat kerja ginjal, dimana ginjal pada si kecil belum siap mengolahnya. Si kecil yang sudah menginjak usia satu tahun diperbolehkan memakan makanan yang mengandung garam maksimal 1 gram (0,4 gram sodium) per hari. Beberapa makanan kerap mengandung tinggi garam, perhatikan komposisinya sebelum diberikan ke si kecil. Makanan yang memiliki garam tinggi adalah makanan yang memiliki lebih dari 1,5 gr garam (0,6 gr sodium) per 100 gram. Untuk makanan rendah garam memiliki kandungan garam 0,3 gram atau kurang per 100 gram makanan.

3. Gula

Gula merupakan pemanis atau pelezat yang tidak memiliki gizi penting. Mengkonsumsi gula berlebih dapat menyebabkan kerusakan gigi pada si kecil. Sebaiknya ibu membiasakan si kecil untuk mengkonsumsi makanan rendah gula, untuk mencegah si kecil kecanduan makanan manis. Sebaiknya ibu melihat label kemasan sebelum membeli sebuah produk dan berhati-hatilah dengan istilah sukrosa, dextrosa, fruktosa, sirup glukosa, dan sirup jagung.

4. Makanan Yang Tidak Tepat

Hindari makanan yang mengandung pengawet buatan, pemanis, MSG, aspartam dan lain-lain. Sebaiknya hindari makanan mentah untuk si kecil. Pemberian madu sebaiknya diberikan ketika si kecil sudah menginjak usia satu tahun.

5. Minuman

Hindari pemberian kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman yang mengandung pemanis. Minuman terbaik untuk si kecil adalah ASI dan air putih.

6. Makanan Pemicu Alergi

Jika si kecil memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu, sebaiknya ibu mewaspadai makanan-makanan tersebut.

7. Lemak

Untuk pemberian lemak ke si kecil dan keluarga sebaiknya pilihlah non-susu (lemak hewani) seperti minyak sayur, minyak ikan, minyak zaitun, dan minyak yang terdapat pada makanan. Olahan keju seperti susu dan yoghurt baik untuk si kecil. Lemak yang harus dihindari adalah lemak-trans, yang biasa kita jumpai pada keripik, biskuit, kue, makanan siap saji, dan lain-lain.

8. Serat

Pemberian serat diperlukan untuk si kecil. Namun sebaiknya ibu membatasi pemberian serat tinggi, contoh batasi pemberian gandum agar anak tidak terlalu kenyang saat menyantap makanan utamanya.

Makanan Yang Direkomendasikan

1. Buah dan Sayuran

Potonglah sayuran menjadi stik atau sebesar jari si kecil. Cara memasaknya cukup dengan kukus atau rebus. Untuk buah-buahan dapat dipotong juga menjadi stik atau yang dapat digenggam si kecil. Ibu bisa memberikannya pisang, melon, anggur, apel, pir, dan lain-lain.

2. Daging

Berikan daging dalam potongan besar agar mudah digenggam, diisap atau dikunyah dengan mudah. Untuk pengenalan, berikan ia daging ayam yang disajikan bersama tulang agar bisa digerogoti. Jangan lupa untuk membuang tulang lunaknya sebelum disajikan ke si kecil. Masaklah terlebih dahulu dengan cara di kukus atau direbus. Selain potongan besar, ibu juga dapat memberikannya daging cincang.

3. Roti

Konsumsi roti disarankan tidak lebih dari dua potong per hari, karena cenderung tinggi garam.

4. Pasta

Pasta dapat diolah dengan mudah oleh si kecil karena bentuknya yang kering dan ramping

5. Nasi

Nasi yang dapat digenggam mudah oleh si kecil adalah beras thailand, beras jepang, dan beras risotto. Beras-beras tersebut memiliki tekstur lengket. Semakin bertambahnya usia, si kecil akan memiliki kemampuan untuk mengolah nasi dengan baik.

6. Pencelup

Contohnya yoghurt. Ibu bisa mencoba memperkenalkannya ketika si kecil berusia sembilan bulan.

7. Sarapan

Hindari sereal dengan lapis gula dan coklat.

8. Snack ketika berpergian

Ibu bisa membawa buah-buahan, salad, sayuran yang dimasak dingin, jagung beserta tongkolnya yang dimasak dingin, potongan keju, yoghurt, makanan lembut dari buah segar, sereal sarapan kering rendah lemak.

9. Makanan Penutup

Berikan makanan penutup yang bergizi dan hindari yang mengandung pemanis. Hindari juga pemberian makanan penutup yang terlalu sering, karena dapat mendorong si kecil untuk mengharapkan makanan penutup.

MENGENAI ASUPAN GIZINYA

Dalam memperkenalkan makanan ke si kecil, tentu peran orangtua sangat penting dalam memantau apa saja yang masuk ke mulut si kecil. Dalam menjalankan metode ini, berikan selalu ASI atau susu formula sampai usia dua tahun, untuk menjaga kekebalan tubuhnya.

KEUNTUNGAN MENERAPKAN METODE BLW

Beberapa keuntungan dalam menerapkan metode BLW, diantaranya :

 

1. Memberikan kesempatan ke si kecil untuk mengeksplor makanannya sendiri

2. Si kecil akan lebih cepat menerima berbagai jenis tekstur makanan

3. Si kecil cenderung tidak pernah menolak makanan yang disediakan

4. Si kecil lebih mudah untuk diikutsertakan dalam makan keluarga dan dapat lebih cepat bisa menerima table-food (makanan yang sama yang dimakan oleh keluarga)

5. Menghemat waktu ibu, karena ibu tidak perlu menyiapkan makanan puree.

RISIKO DALAM MENERAPKAN METODE BLW

1. Berantakan

Ini hal pasti yang akan ditemui jika menerapkan metode BLW. Ibu bisa memberikan alas dibawah kursi atau karpet atau lantai tempat si kecil duduk.

2. Makanan banyak yang terbuang

3. Si kecil pada awalnya akan kesulitan mengunyah beberapa jenis makanan, apalagi ketika mereka belum tumbuh gigi.

4. Ada kemungkinan bayi tersedak (chocking).

Si kecil yang sudah bisa duduk tegak, tidak akan tersedak.Karena si kecil sudah dapat mengontrol jumlah makanan yang masuk ke mulut dan menelannya.

Namun tetap, peran orangtua diperlukan. Ibu tetap harus mengawasi si kecil saat makan.

SARAN DALAM MENERAPKAN METODE BLW

Beberapa saran yang dapat membantu ibu dalam menerapkan metode BLW :

1. Untuk pengenalan awalnya, ibu dapat mengkombinasikan pemberian MPASI puree dengan finger food.

2. Jika terdapat kondisi dibawah ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menerapkan metode BLW.

  • Si kecil mempunyai riwayat alergi, masalah pencernaan, atau tidak bisa mentolerir jenis makanan tertentu
  • Si kecil memiliki kebutuhan khusus dan tidak bisa mengunyah makanan dengan baik
  • Si kecil kesulitan mengambil dan menaruh makanan ke dalam mulutnya
  • Si kecil lahir prematur

Baca artikel mengenai :

Cara Merawat Bayi Prematur

Sekian artikel mengenai Baby Led Weaning, semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

By | 2018-02-13T09:47:46+00:00 Desember 15th, 2017|Nutrisi & Kesehatan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment