Awal Kehamilanku

Hallo moms, perkenalkan saya auntie Little Boss World. Dalam artikel khusus Sharing Times ini, saya akan mencoba membagikan sedikit pengalaman dalam kehidupan saya. Dan kali ini, Auntie LBW akan membagi pengalaman mengenai Awal Kehamilanku. Ceritanya panjang lho moms, jangan lupa siapkan minuman dan camilan untuk menyimak.

Saya menikah pada bulan Febuari 2017. Sebelum menikah (dekat-dekat bulan pernikahan), saya sudah mendiskusikan dengan pasangan, untuk mempunyai anak setelah bulan Agustus 2017. Kenapa setelah bulan Agustus 2017?

Jadi dalam tiga sampai empat tahun belakangan ini, dalam satu tahun sekali, saya selalu mengikuti Open Trip yang dibuka oleh Tour and Travel milik adik saya beserta rekannya (Namanya : Gamanesia). Kebetulan pada pertengahan tahun 2016, Gamanesia mengumumkan membuka Open Trip ke kepulauan Derawan.  Namun saat pertengahan tahun 2016, Gamanesia belum memberikan pengumuman mengenai kepastian keberangkatan di bulan apa. Kalau saya tidak salah ingat, saat itu ada tiga pilihan bulan antara April, Mei atau Agustus. Karena pada pertengahan tahun 2016 tersebut belum ditentukan tanggal pasti keberangkatannya, saya memutuskan untuk tidak membeli tiket dahulu.

Dannnn….karena saya tahu bahwa Open Trip tahun 2017 merupakan Open Trip terakhir yang dapat saya ikuti, maka saya memutuskan saya harus ikut!

Wah kenapa kok Open Trip terakhir? Karena saya sudah mempertimbangkan. Jika saya menikah di bulan Febuari 2017 dan langsung dikaruniai anak, otomatis saya mempunyai tanggung jawab sebagai ibu. Dan otomatis juga saya tidak bisa dong secara bebas tinggalin mereka.

Beberapa hari menjelang hari pernikahan saya, ada seorang teman kantor (yang sudah menikah) memberikan nasehat ke saya. Beliau mengatakan ke saya untuk tidak menunda momongan, karena ada beberapa kasus giliran ingin punya justru susah. Wah! saya galau juga, karena saya masih ingin ikut Open Trip ke Kepulauan Derawan tersebut. Akhirnya setelah menikah, saya tidak menggunakan pil KB apapun ya.

Tidak lama setelah menikah, Gamanesia mengumumkan keberangkatan ke Kepulauan Derawan pada bulan Agustus 2017. Setelah diumumkan itu, saya sempat ragu untuk mau beli tiket, takut keburu dikasih berkat anak dahulu. Akhirnya, saya bilang ke adik saya bahwa saya akan beli tiket dekat-dekat keberangkatan saja. Walaupun saat itu kuota sudah hampir penuh yah.

Good newsnya, menjelang libur lebaran, keluarga suami saya merencanakan untuk pergi ke negeri orang. Mereka memberi nasehat ke saya dan suami untuk tidak hamil dulu, takut kecapean di jalan. Wah, senang juga nih! Jadi saya langsung bilang ke adik saya, setelah pulang dari liburan bersama keluarga suami saya, saya akan langsung beli tiket ke Kepulauan Derawan.

Horeee…Horeee…..

Dua Minggu Sebelum Keberangkatan Ke Kepulauan Derawan

Dua minggu sebelum keberangkatan, saya merasa kurang enak badan. Seperti flu dan sakit kepala berat berhari-hari. Saya termasuk orang yang jarang sekali flu. Jadi saat itu, saya berpikir, mungkin karena jarang sekali sakit, sekali sakit langsung agak lebay dan lama. Untungnya selama kurang enak badan ini, saya tidak mengkonsumsi obat apapun.

Sehari Sebelum Keberangkatan Ke Kepulauan Derawan

Sumber : Google. Penampakan Kepulauan Derawan

Sehari sebelum keberangkatan ke kepulauan Derawan, saya harus ke Jakarta dahulu. Adik dan rekan kerjanya harus bertemu beberapa kliennya. Oh ya, penerbangan dari Bandung ke Tarakan belum ada, jadi kami memang harus ke Jakarta terlebih dahulu. Kami berangkat subuh ke Jakarta pada waktu itu. Hari itu, saya merasa sakit kepala lebih hebat dari sebelumnya, pandangan terasa berkunang-kunang. Jadi, saat adik dan rekan menemui klien, saya menunggu di mobil saja sambil tidur. Pikir saya saat itu, mungkin karena saya lagi kurang fit dan harus berangkat subuh, jadi saya kurang istirahat sehingga sakit kepala makin menjadi-jadi.

Sorenya, saya dan adik tiba dihotel untuk bermalam. Malam harinya, ada salah seorang yang ikut Open Trip menginap bersama kami. Saya baru pertama kali Open Trip bersama beliau. Tiba-tiba beliau bilang ke saya “Lagi hamil ya?”. Saya langsung kaget dan menjawab “Hah, gak”. Tapi sejak pertanyaan itu keluar, saya jadi kepikiran juga. Soalnya selama kurang enak badan ini, saya jujur tidak pernah curiga lagi hamil.

Hari Keberangkatan

Sumber : Google.com. Penampakan Whale Shark

Saat menunggu keberangkatan, iseng-iseng saya mengunduh aplikasi yang bisa menentukan kehamilan. Tapi setelah baca komentar nya, mungkin dari lima aplikasi yang saya unduh, semuanya bilang aplikasinya bohong. Hahaha….

Setelah tiba di Kepulauan Derawan, kami diberi waktu untuk istirahat dan saya memanfaatkannya untuk tidur. Ada juga yang memanfaatkannya untuk foto-foto di sekitar tempat kami menginap.

Hari kedua merupakan puncak dari segala kepusingan dan kemualan saya. Hahaha….

Saat itu, kami berangkat subuh kira-kira jam lima pagi. Hujan badai dan ombak lagi besar-besarnya. Kebayangkan anginnya sekencang apa moms? Hahaha….

Hari kedua ini, tujuan pertamanya adalah ke tempat whale shark.  Sebenarnya ketemu Whale Shark ini adalah momen yang paling saya inginkan. Untuk mencapai ketempat Whale Shark ini memerlukan waktu sekitar dua sampai tiga jam (saya lupa tepatnya) dengan menggunakan speed boat. Kebayang gimana perjalanan jauh, ombak besar, badai. Apalagi pada saat perahu menerjang ombak, rasanya badan seperti dibanting-banting.

Saya sempat terngiang-ngiang juga pertanyaan “Lagi hamil ya?”.

Saya pikir “Gimana ini kalau beneran hamil, badan dibanting-banting keras sekali”.

Yang saya lakukan saat itu hanya berdoa dan bicara dalam hati, jika beneran hamil, semoga bayi dalam kandungan tetap diberi kesehatan. Total saya muntah dalam perjalanan sampai ketemu Whale Shark ini mungkin ada sebanyak delapan kali. Giliran Whale Shark nampak, saya cuma bisa muntah-muntah di speed boat dan kepala yang sangat sakit.

Tapiiii…. karena tingkat keinginan saya berjumpa dengan Whale Shark, saya pun memaksa turun, saat anggota Open Trip lainnya sudah mau naik ke speed boat. Hahaha…. Total saya di bawah ga lama kok, tidak ada lima menit. Cuma ingin lihat dari jarak dekat saja.

Hari kedua ini saya benar-benar mengalami sakit kepala hebat, kecapaian karena muntah-muntah dan tidak ada nafsu makan. Saat malam hari, disaat yang lain menghabiskan waktu malam untuk bermain dan berjoget, saya memilih untuk tidur.

Hal Memalukan Saat Open Trip

Hal memalukan selama Open Trip, gara-gara pertanyaan “Lagi hamil ya”. Hahaha…

Saat mau turun dari Speed Boat, ada beberapa lokasi yang tangganya 90 derajat. Biasa saya kalau takut, saya duduk dulu, trus loncat, pikiran saat biasa, toh jatuh juga bawah air. Tapi, setelah pertanyaan hamil muncul, ga berani. Hahaha…

Pikirannya jadi melayang-layang..nanti kalau jatuh dibawah ada batu gimana? nanti kalau kejeduk speed boat gimana…. dan lain-lain.

Untung teman-teman Open Trip baik… Hihi…

Setelah Pulang Dari Open Trip Kepulauan Derawan

Kondisi saya setelah pulang Open Trip ini, perut menjadi sangat kembung. Mungkin 24 jam merasa kembung. Saya kebetulan punya riwayat maag. Mungkin dalam satu tahun bisa minimal tiga kali ke internist. Maag yang saya rasakan juga sama gejalanya, kembung. Jadi saat itu saya pikir maag saya kambuh.

Belum sempat kontrol ke dokter internist, ada satu waktu dimana saya ada acara makan-makan dengan teman-teman ex kantor. Informasi sedikit, sebulan setelah menikah saya memutuskan untuk keluar kantor dan mencoba bisnis online menjual pakaian bayi import yaitu Little Boss World.

Dalam acara makan-makan ini, ada teman mengatakan, bermimpi saya sedang hamil dua bulan.

Selain itu, saat saya bertemu dengan dua teman lainnya (tempat berbeda), mereka tidak mengatakan hai atau apa. Tapi langsung “lagi hamil ya?”.

Kaget juga ya. Apa saya gemukan, pikir saya. Soalnya banyak yang mengatakan saya hamil.

Setelah saya dirumah, saya cerita sama suami saya. Kata suami saya, ya sudah terserah mau cek ke internist atau mau coba testpack aja.

Pikir saya, kalau ke internis dahulu dan ternyata hamil, keluar uangnya diatas Rp 300.000. Secara sekali ke dokter internist Rp 300.000

Tapi kalau beli testpack dulu, ternyata belum hamil, baru ke internis paling rugi dibawah Rp 50.000

Ya sudah pikir saya, testpack aja

Besoknya, adik saya bantu beli testpacknya. Dan dicek paginya, ternyata positif.

Langsung deh tuh, besoknya ke dokter kandungan untuk memastikan lagi. Dan ternyata sudah usia hampir tujuh minggu.

Lalu saya juga memastikan kondisi bayi sehat, soalnya kan dibawa berpetualang menerjang badai dan ombak. Saya ceritakan semua keadaan di speed boat, badan seperti dilempar-lempar (soalnya saat itu ombak sangat kencang).

Untungnya, kata dokter, bayi saya kuat. Selama tidak ada keluhan atau flek darah, masih oke.

Gejala Kehamilan Yang Saya Rasakan

Setelah waktu berlalu ini dan kehamilan menginjak setengah perjalanan, saya ingin berbagi gejala kehamilan yang saya rasakan

  1. Saya tidak mengalami morning sickness
  2. Saya mengalami sakit kepala hebat selama kurang lebih dua bulan
  3. Saya mengalami kembung selama trimester pertama
  4. Mood kacau balau pada trimester pertama

Setelah memasuki trimester kedua, kondisi menjadi lebih baik.

Untuk moms, sesama pejuang hamil semangat ya. Mungkin ada yang merasakan gejala lebih ringan dari saya, atau bahkan ada yang parah sampai harus bedrest.

Banyak yang bilang saya enak, tidak morning sickness. Bayinya baik. Semua bayi baik dan lucu. Semua dinikmati saja. Yang penting ibu dan janin sehat, sampai proses persalinan tiba.

Satu kebangganku terhadap bayi saya, setidaknya dia sudah pernah jalan-jalan nemenin mamanya ke kepulauan Derawan. Hahaha….

Sekian pengalaman mengenai Awal Kehamilanku, semoga bisa bermanfaat dan menghibur moms semua. Karena pengalaman saya masih sangat sedikit, saya sangat senang jika moms semua juga mau membagi pengalaman dengan mengisi kolom komentar dibawah.

Baca artikel terkait :

By | 2018-02-12T08:06:00+00:00 Desember 5th, 2017|Sharing Times|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment