Apakah Bayi Perlu Dibedong?

Membedong adalah tehnik membungkus bayi, yang dapat membuat bayi merasa nyaman karena merasa didalam rahim. Suhu didalam rahin sekitar 37 derajat celcius, dan suhu ruangan pada umumnya adalah 27 derajat celcius. Tehnik membedong ini berguna untuk mengurangi rasa kaget dan menghangatkan bayi. Namun, perlu tehnik yang benar dalam membedong bayi, jangan terlalu ketat dan kencang karena dapat membuat bayi gerah dan menimbulkan bahaya. Namun, pertanyaannya apakah bayi perlu dibedong?

MEMBENDONG BAYI AGAR KAKI LURUS, MITOS ATAU FAKTA?

Menurut dokter anak, dr. Aditya Suryansyah SpA(K), tidak ada hubungannya antara membedong dengan lurus bengkoknya kaki bayi. Beliau menuturkan, pada saat masih bayi kaki memang memiliki bentuk yang bengkok. Namun seiring bertumbuhnya usia, jika kaki si kecil masih bengkok, maka disebabkan oleh adanya kelainan tulang. Menurut Dr. Aditya Suryansyah SpA(k), pembedongan tidaklah berbahaya dan tidak wajib dilakukan karena tidak ada hubungan dengan kaki bengkok.

BAHAYA JIKA MEMBENDONG TERLALU KETAT DAN KENCANG

Pembedongan memerlukan tehnik yang benar, jangan sampai terlalu ketat dan kencang. Tehnik bedong yang salah dapat membuat bayi gerah dan dapat menimbulkan bahaya, diantaranya :

  1. Displasia Panggul

Pada saat membedong bayi, ibu juga harus memastikan adanya ruang gerak pada kakinya agar panggulnya bisa bergerak bebas, yaitu kaki naik dan turun. Jika bedong terlalu kencang, dimana kaki dirapatkan dan diluruskan, ditakutkan bayi memiliki masalah panggul dikemudian harinya, salah satu kemungkinannya adalah Displasia Panggul. Displasia Panggul adalah kelainan ketika tulang-tulang di sendi panggul tidak sejajar satu sama lain sehingga sendi panggul ini tidak dapat berfungsi dengan baik. Bila ibu perhatikan, posisi kaki bayi dalam rahim adalah bengkok dan menyilang. Jadi jika saat membedong, kaki dipaksakan lurus maka dapat menyebabkan dislokasi sendi dan dapat merusak tulang rawan.

  1. Infeksi Pernapasan

Membedong bayi terlalu ketat dan kencang dapat membuat si kecil merasa kepanasan dan mengalami infeksi pernapasan. Pilihlah bedong dari kain katun tipis, sehingga si kecil tidak merasa gerah dan panas.

  1. Sindrom Kematian Mendadak (SIDS)

SIDS adalah istilah untuk menggambarkan kondisi bayi yang berusia dibawah satu tahun dan terlihat sehat, tiba-tiba meninggal dunia tanpa diketahui penyebabnya. SIDS sering terjadi ketika bayi tidur. Risiko SIDS terdapat pada bayi yang dibedong, dan ditempatkan pada posisi telungkup (menyampung). Terdapat penelitian yang mengatakan bahwa jika bedong bayi terlalu longgar, maka kain berisiko tergeser dan akan menutupi bagian mulut dan hidung bayi.

 

Baca artikel terkait :

Kematian Mendadak Pada Bayi

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MEMBEDONG BAYI

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat si kecil merasa tidak nyaman dibedong :

  1. Bayi menunjukkan tanda-tanda kepanasan. Ibu harus sering-sering memeriksa suhu tubuhnya dan memastikan si kecil merasa nyaman
  2. Memberontak agar lepas dari bedong
  3. Pada saat si kecil menyusu. Pada saat si kecil menyusu, sebaiknya tidak dibedong. Tujuannya agar tangannya bisa bergerak bebas untuk menyentuh sesuatu dan bereksplorasi.

TIPS MEMBEDONG BAYI YANG AMAN

Berikut beberapa tips membedong bayi yang aman :

  1. (a) Bentangkan kain bedong. Lipat sedikit pada salah satu sudutnya. Letakkan si kecil diatas kain bedong dengan posisi kepala di tepi sudut yang sudah dilipat.
  2. (b dan c) Bawalah salah satu sisi kain ke tubuh si kecil (boleh sisi sebelah kanan atau kiri terlebih dahulu), selipkan dibagian bawah tubuhnya.
  3. (d dan e) Tutup kaki si kecil, dengan cara melipat sisi bawah kain bedongan ke atas. Pastikan ada ruang pada kaki agar ia bebas bergerak
  4. (f) Bawalah sisi kain satunya ke tubuh si kecil, selipkan. Pastikan hanya leher dan kepala yang tidak terbedong.

Setelah bayi dibedong, pastikan bayi diletakkan pada posisi tidur yang aman dengan posisi telentang.

SAAT YANG TEPAT UNTUK BERHENTI MEMBEDONG BAYI

Sebenarnya, ibu bisa menghentikan kebiasaan membedong ini kapan saja, jika ibu merasa waktunya sudah tepat. Karena yang harus diingat adalah, bedong digunakan untuk menenangkan bayi dan membuat bayi merasa nyaman. Sehingga disarankan pembedongan dilakukan sampai si kecil menginjak usia dua bulan. Walaupun masih ada si kecil yang dibedong sampai usia enam bulan, karena ia baru bisa tidur setelah dibedong.  Ibu bisa mulai menghentikan kebiasaan bedong ini pada saat si kecil sedang tidak tidur. Tujuannya agar ia bisa bergerak bebas dan bereskplorasi terhadap banyak hal. Selain itu, ibu bisa melepas bedongnya saat si kecil tidur dan membiarkannya berlatih tidur sendiri di box. Beberapa hal yang harus diketahui tanda-tanda bayi yang sudah tidak perlu menggunakan bedong :

  1. Rata-rata usia bayi yang dibedong adalah tiga sampai empat bulan
  2. Si kecil berusaha meloloskan dirinya dari bedongan dan bedong terpasang longgar
  3. Si kecil sudah bisa berguling dan tengkurap ketika tidur.
  4. Si kecil sudah mulai besar dan banyak bergerak saat tidur.

Jadi, sesuai dengan judul Bedong Bayi, Apakah Masih Perlu? Jawabannya, terserah pada ibu. Bedong masih bisa digunakan untuk menjaganya tetap dalam kondisi hangat dan nyaman. Namun, saat ini pun sudah tersedia selimut dan berbagai macam peralatan bayi, yang dapat membantu mereka merasa hangat dan nyaman.

Sekian artikel mengenai Bedong Bayi, Apakah Masih Perlu?, semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk meninggalkan kata-kata atau sekedar berbagi pengalaman pada kolom comment dibawah. Little Boss World sangat senang jika Dads dan Moms mau membagikan artikel ini di media sosial kalian.

Baca artikel mengenai :

By | 2018-02-13T08:29:28+00:00 Desember 21st, 2017|Nutrisi & Kesehatan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment